Serunya Jadi Solo Traveler

Membahas soal cara dan gaya travelingnya para traveler memang ga pernah ada habisnya. Dari mulai backpacker, flashpacker sampai first class traveler. Dari semua gaya traveling yang gw sebutin tadi, biasanya sih traveler Indonesia khususnya yang wanita selalu pergi bersama traveler lainnya alias bawa temen. Gak banyak solo traveler yang pernah gw temui, apalagi kalo tujuannya adalah ke luar negeri.

Kalo ada temennya kenapa harus jalan sendiri? Ada temen jalan justru seru, apalagi kalo temennya punya ketertarikan yang sama dengan kita. Misal sama-sama suka pergi ke museum atau sama-sama suka kuliner makanan asli negara tujuan. Yang bikin ga seru itu kalo temen jalannya punya minat yang berbanding terbalik sama kita. Yang satu maunya ngunjungin semua shopping street di negara tujuan yang satunya lagi justru anti sama shopping, yang ada selama ngetrip bareng main bete-betean deh.

Terkadang ada kalanya juga pas kita lagi pingin banget ngetrip ehh ternyata ajakan ngetripnya ditolak sama semua temen dengan sejuta alasan. Dari kebanyakan orang yang gw kenal sih pada akhirnya mereka bakal ngebatalin niat travelingnya. Padahal kan sayang banget apalagi kalo sisa cuti masih banyak ditambah habis terima bonus dari kantor, ya gak 😀

Dulu gw juga selalu bawa temen kalo traveling padahal tujuannya masih di Indonesia juga. Sampai pada tahun lalu ketika tanggal keberangkatan ke Finlandia udah ditetapkan gw kok merasa kalo gw mesti traveling ke negara tetangga dulu sebelum berangkat ke negeri antah berantah. Sama seperti orang Indonesia pada umumnya hal pertama yang gw lakukan adalah cari temen seperjalanan, walaupun hasil akhirnya ga ada temen yang bersedia nemenin huhuu.. Sempet kepikiran buat ngebatalin rencana travelingnya tapi sikap nekad gw berkata lanjutkann…!! Halaah..

Singkatnya gw menjadi solo traveler pada pengalaman pertama gw keluar negeri selama 7 hari ke 2 negara dan 4 kota (Singapura – Malaka – Kuala Lumpur – Penang). Banyak komentar yang gw terima dari mulai pujian sampai simpati karena ga ada temen yang nemenin 😦 Tapiiii….seriously menjadi solo traveler itu ternyata nagih loh! Dan malahan jauh lebih seru ketimbang pergi dengan group traveler. Mau tau kenapa?

  1. Karena kamu bebas nentuin kapan dan kemana kamu mau pergi. Ga perlu diskusi panjang lebar atau ambil suara terbanyak buat menentukan pergi ke suatu negara atau suatu kota tujuan.
  2. Karena kamu bebas merubah-rubah itinerary sesuka hati. Udah sampai di negara tujuan nih, dari itinerary yang udah disiapkan tujuan selanjutnya adalah mengunjungi museum tapi karena capek kamu memilih untuk tinggal di hotel dan tidur, bebas-bebas aja ga akan ada yang narik-narik kamu buat lanjut jalan lagi.
  3. Karena kamu bebas menghabiskan waktu semau kamu di suatu tempat yang kamu suka. Mau muter-muter seharian di shopping street atau mau ngunjungin kuil seharian kamu sendiri yang menentukan.
  4. Karena ketika kamu nyasar kamu akan menemukan tempat menarik yang tersembunyi. Jangan pernah takut nyasar. Justru biasanya pengalaman yang mengagumkan akan didapat ketika kita nyasar. Terus kalo gatau jalan pulang gimana dong? Pliss deh jaman udah canggih ada GPS, ada juga Online Translator kalo kamu mau nanya orang tapi gak bisa bahasanya.
  5. Karena –  percaya atau tidak – dengan traveling sendirian kamu akan menjadi lebih pintar dalam menghafal arah. Gw merupakan orang yang really really bad at directions tapi ajaibnya selama gw traveling sendirian, gw cuma satu kali aja nyasarnya! Karena ketika kamu sendirian maka otomatis kamu akan menjadi lebih berani dan tangguh supaya dapat survive.
  6. Karena akan muncul banyak sekali kesempatan untuk kamu berinteraksi dengan traveler lainnya baik di tempat menginap ataupun di tempat wisata. Lagi jalan-jalan ke tempat wisata bagus terus mau foto tapi ga ada yang fotoin, kenapa gak minta tolong sama traveler lain? Mereka akan dengan senang hati membantu kok. Asalkan minta tolongnya kira-kira yaaa jangan minta fotoin dari setiap sudut sampe dapet angle muka kamu yang bagus, itu sih terlalu kalo kata bang Rhoma. Dari interaksi yang sederhana tersebut bisa jadi berlanjut ke pertemanan, yang bahkan ke pelaminan juga bisaaaa…

Yang perlu diingat untuk menjadi solo traveler kamu harus benar-benar mempelajari beberapa hal penting dari negara atau kota tujuan yang akan kamu kunjungi serta mencetak informasi tersebut untuk dibawa ketika kamu berangkat. Di bawah ini beberapa hal penting yang wajib kamu siapkan sebelum berangkat.

  1. Siapkan mata uang negara tujuan. Sebagai cadangan siapkan juga mata uang universal (USD atau Euro). Mata uang cadangan ini dapat ditukarkan di money changer lokal apabila kita kehabisan uang, namun jika tidak terpakai dapat dibawa pulang kembali dan digunakan untuk perjalanan selanjutnya.
  2. Booking tempat menginap. Tempat menginap ideal untuk backpacking solo traveler adalah hostel dimana kamu hanya membayar untuk tempat tidurnya saja, namun kalau kamu mempunyai dana lebih ga ada salahnya juga menyewa private room dari guesthouse, Airbnb atau bahkan hotel sekalipun. Lokasi tempat menginap juga sangat penting, carilah penginapan yang dekat dengan stasiun metro atau jika mungkin yang berada di pusat kota supaya memudahkan kita untuk berkeliling.
  3. Sistem transportasi dan besaran ongkosnya. Beberapa negara menyediakan tourist ticket yang bisa dipakai sepuasnya dengan masa berlaku yang bervariasi. Tourist ticket ini jatuhnya akan jauh lebih murah dibanding membeli single ticket apabila kamu berencana untuk banyak menggunakan transportasi umum.
  4. Peta jalur transportasi umum (metro, tram, skytrain, public boat). Dengan membawa peta ini, kamu akan tahu transportasi mana yang harus kamu ambil untuk mencapai suatu tempat dan stasiun mana saja yang dilewati. Penting juga untuk menandai lokasi penginapan kamu di peta ini.
  5. Peta tempat wisata. Selain mencari tahu tempat wisata yang wajib dikunjungi, peta yang menggambarkan lokasi dari tiap-tiap lokasi sangatlah penting dalam membuat waktu kunjungan lebih efisien.

Traveling solo sebenarnya tidaklah menakutkan seperti yang dibayangkan. Pada beberapa waktu mungkin kita akan merasakan kesepian, tapi selama kita menikmati setiap pengalaman yang kita terima dan memulai interaksi dengan orang-orang yang kita temui perasaan itu akan hilang dengan sendirinya kok.

Terakhir….kumpulan foto dan itinerary singkat selama masa solo traveling, enjoy!

DSC_0947

Perjalanan awal gw dimulai dari mengunjungi Singapura

DSC_0953

Gw menginap di hostel daerah Lavender yang dekat dengan stasiun metro (MRT) sehingga memudahkan dalam berkeliling

DSC_0955

Dari Singapura gw menempuh jalur darat menuju Malaka dengan rute dari Queen St SG naik bus ke Terminal Larkin di Johor Baru kemudian dilanjutkan dengan ganti bus menuju Malaka Central Terminal

DSC_0960

Di Malaka gw menginap di guest house daerah Jonker Street

C360_2014-04-15-13-52-50-337

Foto dari atas menara Tamingsari, Malaka

DSC_0969

Perjalanan dilanjutkan menuju Kuala Lumpur dengan bus dari Malaka Sentral Terminal menuju Terminal Bersepadu Selatan

DSC_0984

Pertunjukan air mancur di depan Petronas Tower

C360_2014-04-16-20-37-05-491

Petronas Tower, sorry blurry 🙂

DSC_0993

Tujuan akhir adalah Penang. Rutenya dari Terminal Bus Puduraya (Pudu Sentral) menuju ke terminal bus Sungai Nibong dan dilanjutkan dengan bus menuju terminal Komtar

DSC_0994

Patung Budha berbaring di Penang

DSC_0989

Di Penang gw menginap di kawasan George Town

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

September 2015
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
%d bloggers like this: