Obrolan Dengan Seorang Pengungsi Syria di Dalam Kereta

Akhir-akhir ini negara-negara eropa lagi jadi trend topic di medsos macam Path dan Facebook. Isinya kebanyakan menyatakan kalo negara-negara eropa yang penduduknya kebanyakan non-muslim itu hebat karena mau menerima para pengungsi Syria korban perang sipil yang mayoritas adalah muslim sementara banyak negara lain yang menolak kedatangan pengungsi tersebut. Dan memang – terlepas dari sara – sudah seharusnya kita berbangga pada negara-negara yang siap menampung para pengungsi karena alasan politik tersebut.

Tapi pada penasaran gak sih kenapa para pengungsi itu berbondong-bondong mencari suaka di negara eropa terutama negara Jerman? Kebetulan dalam perjalanan dari Budapest ke Vienna dengan kereta minggu lalu gw satu kompartemen dengan beberapa pengungsi Syria. Dalam satu kompartemen terdapat 6 buah kursi yang saling berhadapan, dengan penampakan seperti ini :

Dalam kompartemen tersebut awalnya hanya ada gw dan satu orang pria Hungaria tapi begitu kereta jalan penumpang dari kompartemen sebelah pindah ke kursi-kursi yang masih kosong disebelah dan depan gw. Dari perawakan dan bahasanya gw menduga mereka adalah para pengungsi Syria. Belum yakin sih karena bisa aja kan mereka turis asal negara Arab lain yang lagi liburan.

Gak lama kemudian pria Hungaria yang satu kompartemen dengan gw turun digantikan dengan dengan pengungsi lain dari kompartemen sebelah juga. Otomatis gw satu-satunya non arab looking disitu. Sebenernya dari awal gw pengen banget nanya tapi takut salah kan maluu *blushing* tapi lama-lama rasa penasaran gw makin menggebu ditambah ga ada temen ngobrol karena ceritanya lagi solo traveling yaudah sok-sok akrab deh.

“Are you guys from Syria?” gw mulai sksd.

Tanpa dikomando ketiga lelaki dewasa yang ada di situ langsung menengok ke arah gw. Tanpa ekspresi dan dengan tatapan yang gak ramah. Sedangkan dua orang anak kecil yang bersama mereka tetap fokus melihat pemandangan dari jendela. Seorang pria muda yang duduk tepat di depan gw akhirnya mengangguk kemudian kembali menatap jendela.

“You going to Germany?”

Pria tadi kembali menoleh kemudian mengangguk.

“How has your travel been so far?”

Kali ini ga ada yang menoleh apalagi menjawab sampai gw mengulangi pertanyaan yang sama dua kali!

“Do you speak any English?”

Akhirnya pria muda tadi menoleh juga dan menjawab dengan gelengan kepala, itupun masih dengan tatapan yang gak ramah kemudian kembali mengalihkan pandangannya. Dan masih tanpa satu kata pun keluar dari mulutnya. Seorang pria muda lainnya dan seorang Bapak masih mengacuhkan gw.

Okay….rupanya gak gampang gali informasi dari mereka. Gimana gw bisa gali informasi kalo mereka aja ga ngerti dan gak bicara bahasa Inggris. Akhirnya gw putuskan untuk diam dan memendam rasa penasaran.

Sampai kira-kira satu jam kemudian ketika empat dari lima orang Syria yang ada di kompartemen gw mulai tertidur, seorang Bapak umur 60 tahunan yang duduk di samping jendela (posisi gw duduk tepat disamping pintu masuk kompartemen) menanyakan wifi ke gw.  Wah, kesempatan bagus untuk mulai usaha lagi nih!

“You? Wifi?” Tanyanya dengan bahasa Inggris terbata-bata.

“Yes, i’m on wifi but it’s very slow”

“Wifi don’t work” tambahnya sambil mengutak-atik handphone

“Well sometimes it works, sometimes it doesn’t. But when it does, the connection is super slow”

Si Bapak diam dan hanya melihat layar handphonenya. Mungkin gak mengerti, gw pikir.

“I thought you didn’t speak English because you didn’t say anything when i ask” 

“Saya hanya mengerti sedikit bahasa Inggris”

“Wah bagus! Sudah berapa lama Anda menempuh perjalanan ini?”

“Mmmm…15 hari”

“Oh itu waktu yang lama banget. Gimana perjalanan Anda selama ini? Apakah menurut Anda perjalanan ini mudah atau sulit?”

“No, ini perjalanan yang sulit, sangat sulit. Dan saya sulit untuk tidur sepanjang perjalanan”

“Apakah Anda pernah mengalami tidur di stasiun kereta?”

“Ya, tentu. Kami tidur di lantai stasiun kereta api. Kami menghabiskan 5 malam di Serbia, 1 malam di Budapest…” Bapak ini mengatakan negara lain yang beliau singgahi tapi gw ga inget hehe.. maafkeun yak 😛

Dari obrolan gw dengan Si Bapak diketahui bahwa beliau menyelesaikan studinya di Ukraina 50 tahun yang lalu dan bekerja sebagai Engineer pada sebuah perusahaan telekomunikasi besar di Syria. Rumah beliau hancur karena bom tapi untungnya ga ada keluarganya yang terluka karena mereka tidak tinggal disana melainkan di pedesaan yang relatif aman dan jauh dari area konflik. Akibatnya Si Bapak ini pun terpaksa tinggal di hotel yang menguras dompet. Bapak ini melakukan perjalanan bersama satu keluarga lain dengan total 15 orang. Masing-masing orang dewasa harus membayar sebesar USD 2000 kepada calo untuk mendapatkan tiket terusan ke Jerman namun bebas biaya untuk anak-anak. Harga yang sangat mahal sekali untuk one way trip ke Jerman. Lebih mahal dari harga tiket PP Helsinki – Jakarta!

“Kenapa Anda tidak membeli tiket pesawat saja yang langsung mengantarkan ke negara Jerman?”

“Kami tidak punya visa, saya hanya punya paspor tapi tidak ada visa sedangkan untuk naik pesawat kami diharuskan berdokumen lengkap”

Ohh..rupanya begitu alasan kenapa para pengungsi ini bersedia membayar mahal hanya untuk melewati jalur darat yang berliku dan penuh rintangan. Dengan biaya yang gak sedikit itu bisa dipastikan mereka yang mampu membayar adalah mereka dengan kehidupan cukup baik dalam segi keuangan pada saat di Syria.

Supaya gak terkesan terlalu kepo dan untuk mencairkan suasana gw mulai bercerita kalau gw punya dua orang teman asal Syria di Finlandia yang salah satunya tiba setahun yang lalu. Pada tahap ini beliau mulai terlihat sedikit tertarik dengan topik obrolan gw. Si Bapak mulai menanyakan bagaimana kehidupan di Finlandia. Gw hanya menjelaskan secara garis besarnya bahwa negeri ini mempunyai musim dingin yang panjang namun sangatlah indah dan juga damai.

“Apakah pemerintah memberikan bantuan uang?” Tanyanya.

“Tergantung. Di Finlandia seorang pencari kerja bisa mendapatkan tunjangan dari pemerintah selama 500 hari pertama masa penganggurannya. Pelajar juga bisa mendapatkan tunjangan dari pemerintah Jadi pada dasarnya bantuan diberikan tergantung dari latar belakang dan kebutuhan seseorang”

“Apakah Finlandia dapat memberikan kami paspor?”

“Pengetahuan saya tentang hukum dan peraturan tentang pengungsi di Finlandia tidak sejauh itu tapi yang pasti untuk orang asing seperti saya – jika saya tidak salah – dibutuhkan tinggal selama 5 tahun dulu untuk dapat mengajukan perpindahan kewarganegaraan kemudian mendapatkan paspor Finlandia”

Si Bapak kemudian menjelaskan bahwa beliau mempunyai saudara yang sudah lebih dulu tinggal di Jerman dan menurutnya pemerintah Jerman bersedia menerbitkan paspor setelah masa tinggal mereka satu tahun. Semakin dalam gw gali, semakin menarik informasi yang gw dapat dari Bapak ini. Sedikit banyak menjawab rasa penasaran gw.

Gw kembali menggambarkan kehidupan orang asing di Finlandia bahwa kebanyakan lapangan pekerjaan disini adalah untuk mereka yang bisa berbicara bahasa Finlandia, dimana pendatang diharuskan mempelajari bahasanya dulu untuk bisa mendapatkan pekerjaan. Si Bapak menimpali bahwa di Jerman pun seperti itu.

“Apakah kamu tahu bagaimana para pemuda Syria itu mencapai Finlandia? Apakah mereka datang dengan visa?” Si Bapak rupanya masih tertarik dengan Finlandia.

“Maaf, saya tidak tahu. Yang saya tahu mereka saat ini adalah pelajar”

Terdapat raut kekecewaan pada wajahnya. Yah habis bagaimana dong memang gw gak tau, pernah sih nanya sama mereka kenapa mereka datang ke Finlandia tapi mereka hanya menjawab bahwa ada sesuatu urusan di sini. Masa iya mau gw kepoin.

Si Bapak kemudian berujar kalo mereka harus turun di Vienna untuk kemudian ganti kereta menuju jerman dan menanyakan apakah gw akan turun di stastiun yang sama. Namun ketika gw lihat tiketnya disana tidak tertulis nama stasiunnya. Gw menyarankan agar beliau menanyakan langsung kepada petugas kereta. Semoga aja petugas kereta dapat mengerti pertanyaannya karena saat mengobrol pun gw harus berbicara super lambat agar Bapak ini bisa mengerti yang gw tanyakan, begitu juga gw mesti kerja keras untuk benar-benar menangkap jawaban dari beliau karena selain bahasa Inggris yang kurang pengucapannya juga sulit dimengerti.

Gw bukanlah orang yang pro atau kontra dengan para pencari suaka ini. Karena di satu sisi mereka memerlukan tempat yang aman untuk tinggal, namun disisi lain mereka kok ya agak pilih-pilih negara yah.. Sebagai informasi uni eropa mempunyai ketentuan perihal pencari suaka ini yang menyebutkan bahwa para pencari suaka diharuskan terdaftar pada negara uni eropa pertama yang mereka capai dimana dimuat dalam Dublin System. Tapi kebanyakan dari mereka tetep keukeuh untuk langsung menuju Jerman. Setiap orang punya pendapat masing-masing tentang hal ini dan gw masih berdiri di tengah-tengah. Sebagai tambahan ini peta jalur yang ditempuh oleh pengungsi Syria untuk mencapai Jerman menurut situs bbc.com

Gw akui bahwa gw traveling pada waktu dan tempat yang salah. Mana gw tau kalo bakal datang ribuan para pencari suaka melalui Budapest pada saat gw beli tiket pesawat dan booking akomodasi disana. Bisa naik kereta dari Budapest menuju Vienna pun itu bisa dibilang beruntung karena tiga hari kemudian ketika gw mau kembali ke Budapest bersama Janne, Austria menutup perbatasan kereta api dengan Hungaria yang artinya semua kereta menuju Budapest dibatalkan! Akibatnya, tiket bus ludes terjual dan gw terpaksa merubah itinerary dengan rute Vienna – Bratislava – Budapest. Untungnya jalur ini masih belum diserbu para pengungsi jadi aman-aman aja.

Di Finlandia sendiri sepertinya pintu terbuka bagi para pencari suaka. Setidaknya bisa dilihat dari kedua orang pria Syria yang gw kenal. Pada tempat gw bekerja pun terdapat dua orang pria Syria yang belum lama datang, mereka hanya berbicara bahasa Arab jadi gak bisa tanya-tanya deh. Ada juga dua orang wanita asal Burma yang telah menetap selama 10 tahunan, mereka awal datang ke Finlandia sebagai pencari suaka akibat konflik di negaranya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

September 2015
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
%d bloggers like this: