Tinggal di Luar Negeri = Orang Sukses?

Tulisan ini hanya buah pikiran pribadi jadi jangan diambil hati atau merasa tersinggung karena sekali lagi ini pure berasal dari uneg-uneg gw sendiri.

Pernah gak kamu bekerja keras dari pagi sampai malam karena harus lembur, belum lagi ditambah siboss marah-marah karena deadline udah deket tapi proyek masih jauh dari kelar. Pulang kerja masih harus macet-macetan di jalanan Jakarta yang padat. Lagi macet-macetan gitu eh jalurnya dipotong sama metro mini. Sampe rumah cek facebook dan lihat post dari teman yang tinggal diluar negeri yang isinya foto-foto lagi hangout di kafe. Kemudian mulailah keluar keluhan-keluhan “duh enak banget sih hidupnya doi udah sukses, gw disini masih begini-begini aja”.

Atau bahkan celetukan “yang dari luar negeri traktir yaa…!” ketika seorang temen yang udah lama gak bertemu ngajak ketemuan untuk melepas kangen. Ya, memang di luar negeri kami gak perlu melakukan apa-apa untuk menjadi orang kaya!

Dulu gw sering banget membandingkan hidup gw dengan teman-teman gw di luar negeri. Ditambah seringnya nonton film barat yang menggambarkan kalo tinggal diluar negeri itu (dijamin) enak dan nyaman. Bikin gw ngerasa kalo hidup di Indonesia tuh nelangsa banget. Dari situ timbul mindset kalo orang Indonesia yang berhasil tinggal di luar negeri itu artinya mereka udah sukses. Mindset ini bukan cuma ada di gw doang tapi juga banyak melekat di pikiran orang Indonesia lainnya.

Seiring dengan berjalannya waktu dan merasakan pahitnya (bukan cuma manisnya aja) hidup diluar negeri mindset yang sudah menempel pun lama-lama luntur juga.

Sahabat gw di Jakarta mengkategorikan hidup gw udah enak karena dari kerja part time gw mampu membiayai traveling gw dan keluarga. Sementara sebagai seorang pegawai kantoran biasa di Jakarta yang sering lemburpun, temen gw ini harus menabung dari jauh-jauh hari kalau mau traveling. Itupun kalau travelingnya sendiri. Kalau travelingnya bawa rombongan keluarga ya nabung terus sampai duitnya cukup. Padahal yang terjadi disini juga sama, gw pun menabung dulu kalau berencana akan traveling. Mempersiapkan semuanya dari jauh-jauh hari juga. Cuma bagian bersusah-susahnya kan off the record, buat apa gembar-gembor ketika gw lagi mengumpulkan biayanya.

Merubah mindset yang udah melekat pada sesorang memang gak mudah, apalagi kalau teman yang dianggap sukses tersebut cenderung membuat status provokatif dengan mengelu-elukan dirinya sendiri yang sudah ‘sukses’ hanya karena bisa hidup di luar negeri sedangkan temen-temannya yang masih hidup di Indonesia itu tertinggal jauh di belakangnya.

Secara general gw udah pernah tulis kondisi kehidupan di sini seperti apa pada artikel yakin tinggal di eropa itu selalu menyenangkan? dimana pada artikel tersebut gw gambarkan betapa sulitnya mendapatkan pekerjaan disini bagi imigran. Pada tulisan ini gw akan gambarkan budaya kerja dan alasan kenapa seseorang yang tinggal diluar negeri itu belum tentu sukses.

Pada wikipedia sukses dapat digunakan pada kondisi sebagai berikut :

Success may refer to:

  • Attainment of higher social status
  • Achievement of a goal, for example academic success
  • The opposite of failure

Dari ketiga poin diatas gw tidak menilai kalo gw ini sukses hanya karena gw tinggal di luar negeri. Pertama, gw belum mencapai status sosial yang lebih tinggi dengan standar Finlandia (ingat kesenjangan sosial disini sangat kecil). Kedua gw belum sukses dalam mencapai tujuan karena gw masih merangkak untuk belajar bahasa Finlandia sebelum nantinya berjuang untuk lolos ke sekolah profesi demi mendapatkan pekerjaan dambaan. Disini gw dan teman-teman imigran lainnya benar-benar memulai dari nol. Semua ijasah atau keterampilan dari negara asal tidak berarti apa-apa selama kami belum menguasai bahasanya.

Situasi ini seringkali bikin gw stress dan tertekan pada awalnya. Pernah gw menghubungi salah satu perusahaan importir yang mengimpor barang salah satunya dari Indonesia untuk menanyakan lowongan pekerjaan. Pertanyaan pertama yang ditanyakan adalah “apakah Anda bisa berbahasa finlandia?”. Karena waktu itu kemampuan bahasa gw masih sangat minim gw jawab gak bisa. Detik itu juga gw langsung ditolak mentah-mentah.

Budaya kerja disini berbeda dengan di Indonesia yang lebih santai dan fleksibel. Pada jam kerja kita akan bekerja dengan optimal. Jangankan untuk cek media sosial, untuk menjawab telepon yang sifatnya gak penting aja hampir tidak pernah. Diluar jam istirahat tidak akan ada kefleksibelan untuk misalnya kabur sebentar supaya bisa ngopi bareng teman atau keluar merokok. Kerja lembur juga terjadi kok disini kalau memang dibutuhkan. Janne pernah kerja lembur seminggu penuh sampai wiken pun tetap harus kerja karena ada proyek yang deadlinenya pendek. Dan gw sendiri pernah kerja 13 jam dalam satu shift.

Besaran upah juga sudah diatur sedemikian rupa disesuaikan dengan biaya hidup di negara masing-masing. Kalau upah di negara ini terlihat besar jika dibandingkan dengan upah di Indonesia sudah tentu karena biaya hidup disini juga jauh lebih besar. Berdasarkan situs numbeo.com berikut ini adalah perbandingan biaya hidup di Jakarta dengan Helsinki, Ibukotanya Finlandia :

2016-09-25

Kalau biaya hidup sebesar itu lalu kenapa orang-orang yang hanya bekerja part time pun bisa traveling? Jawaban versi gw : karena suami gw punya penghasilan yang dipake buat biaya hidup kita berdua makanya upah gw yang sedikit itu bisa ditabung untuk biayain traveling. Kalau upah part time digunakan untuk biaya hidup sehari-hari pastinya gw akan mengharapkan bantuan sosial dari pemerintah karena upah aja gak cukup.

Belum lagi pemotongan pajak di negara ini yang progresif. Karena upah gw masih termasuk kecil untungnya pajak untuk gw tidak besar tapi beda dengan Janne yang pajak penghasilannya mencapai 30%! Kebayang gak gimana rasanya kalo gaji kamu dipotong 30% hanya untuk pajak doang. Kapan jadi orang kayanya?? Eniwei, hasil dari pemotongan pajak ini sebagian digunakan pemerintah untuk membantu penduduknya yang kekurangan dalam bentuk jaminan sosial. Sisanya dalam bentuk pendidikan, jaminan kesehatan dan jaminan lainnya.

Jadi jangan langsung beranggapan kalau tinggal diluar negeri itu udah pasti sukses karena sukses itu relatif. Kalau suatu saat gw berhasil masuk daftar pekerjaan top dengan gaji tinggi disini itu baru namanya sukses. Secara garis besar kehidupan yang gw jalani sekarang sama seperti saat gw tinggal di Indonesia. Kehidupan disini juga gak semudah yang dibayangin banyak orang.

Advertisements

7 Comments (+add yours?)

  1. The Wifey's Corner
    Sep 25, 2016 @ 23:13:36

    Exactly how I feel, tinggal di luar negeri gak berarti sukses dan hidup enak! Cuma mungkin emang harus diakui setidaknya pajak yang kita bayar, sedikit banyak kita bisa ngerasain untungnya juga hehehe

    Like

    Reply

  2. penulismalas
    Sep 26, 2016 @ 00:31:04

    eh kepencet hehe… emang gitu deh kayaknya mba mindset org2 kebanyakan (termasuk saya sih tadinya) kalo udah bisa go international brrti udah sukses padahal yaa org2 mah ga tau aja bgaimana proses menjalani khidupan di luar negeri heheh

    Like

    Reply

  3. Kristina Made
    Feb 22, 2017 @ 01:29:38

    hmm ini dia yg jd permasalahannya,pacar aku org finland,mikir kalo mau tinggal disana,ga mngkin dsana ga kerja trus mau cr kerja kendala bahasa,bahasa suomi “parah” gilak susahnya
    trus mbak diah bahasa finlandnya uda lancar?hehe

    Like

    Reply

    • Diah
      Mar 14, 2017 @ 18:50:18

      Disini ada languange center gratis sih sama kursus bahasa intensif buat imigran. Bahasa finlandiaku setelah tinggal 2,5tahun disini..hmmm…hehehee…masih buanyakkk gak ngertinya #mewek

      Like

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

September 2016
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
%d bloggers like this: